Pesona Elok Sendratari Mahakarya Borobudur

Kab. Magelang : Potensi yang dimiliki oleh kabupaten Magelang memang tidak pernah diragukan lagi. Mulai dari keindahan alam pegunungan dan wisata alam yang indah dan memicu adrenalin sampai dengan kemegahan arsitektur Candi Borobudur menjadi daya tarik yang luar biasa dari daereah ini. Candi Borobudur yang pernah menjadi salah satu Keajaiban Dunia memiliki cerita yang panjang di balik layar. Mulai dari sejarah pembangunan Candi yang berciri bangunan umat Budha dengan stupa-stupa ini sampai dengan kehidupan rakyat pada jaman sebelum pembangunan menjadi salah satu cerita yang menarik untuk disimak. Dan saat ini cerita tersebut disuguhkan dalam bentuk seni tari yang elok oleh para pelaku yang mayoritas berasal dari daerah Magelang sendiri.

Artikel Rekomendasi :   "Kota Ukir", Citra yang Melekat pada Kabupaten Jepara

Sendratari Mahakarya Borobudur, begitulah seni tari ini dikenalkan kepada kalayak ramai. Sendratari  Mahakarya Borobudur menjadi sebuah pagelaran kolosal yang megah dan melibatkan ratusan penari. Pagelaran kolosal ini pun langsung dilaksanakan di pelataran Candi Borobudur, panggung terbuka Aksobya hak yang berada di kaki Candi Borobudur.

Pagelaran ini dapat dinikmati 3-4 kali dalam setahun. Pada tahun 2010 dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Mei, Juni, Juli, dan September. Pagelaran ini sudah dilaksanakan sebanyak 18 kali sejak tahun 2005. Dan pada tahun 2012 ini, bulan Oktober kembali di selenggarakan lagi pagelaran Mahakarya Seni Tari yang elok ini.

Sekitar 500 tempat duduk telah disediakan panitia untuk menampung pengunjung yang hendak menyaksikan pagelaran spektakuler tersebut. Tiket masuk untuk pelajar dipatok dengan harga Rp50.000,- /orang dengan kapasitas kursi sekitar 300 orang. Hal ini dilakukan untuk menyambut positif antusiasme para generasi muda dalam menyaksikan dan mempelajari sejarah Candi Borobudur.

Artikel Rekomendasi :   Rumah Adat Jawa Tengah Membawa Kesan Mewah Di Era Modern

Mahakarya tersebut menceritakan tentang kehidupan masyarakat pada saat pemerintahan Raja Samaratungga dan sebelumnya. Dilanjutkan kembali dengan cerita awal pembangunan Candi Borobudur oleh Guna Dharma dengan perintah Raja Samaratungga pada abad ke-8.

Gerakan tari yang disuguhkan merupakan identitas tiga ajaran hidup yang tertera dalam relief Candi Borobudur, yaitu Kamadatu, Rupadatu, dan Arupadatu. Cerita tari yang mengandung nilai kehidupan dan sejarah yang tinggi akan dapat dinikmati oleh para pengunjung yang datang.

Pagelaran ini dilakukan oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dengan maksut untuk meningkatkan daya kenal masyarakat pada Candi Borobudur sebagai cagar budaya yang menarik dan sekaligus sebagai langkah untuk memajukan potensi kepariwisataan Candi Borobudur dengan peningkatan pengunjung. Pagelaran ini pun akan terus dilakukan untuk tahun-tahun kedepan dengan pentas yang semakin menarik untuk dinikmati.

Artikel Rekomendasi :   Warisan Seni Batik di Kampung Batik Kauman Solo

 

Sumber : VisitJawaTengah.com;indosiar.com;aktual.co

 

Juri Setyanto

Saya adalah seorang blogger yang senang menulis berbagai macam artikel. Saya menjadi kontributor resmi PotensiJateng.com sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang. Semoga website PotensiJateng.com semakin berkembang dan dapat meningkatkan daya kenal masyarakat terhadap Potensi Jawa Tengah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.