Mengenang Masa Kejayaan Kereta Api Belanda di Museum Kereta Api Ambarawa

museum kereta api ambarawaKab. Semarang : Selain memiliki Rawa Pening yang sarat akan legenda dan keindahannya. Ternyata Ambarawa juga memiliki sebuah tempat yang sarat akan sejarah dan perkembangan teknologi, terutama teknologi kereta api. Ambarawa pernah menjadi saksi akan kejayaan kereta api pada masa kolonial Belanda di Indonesia. Kereta-kereta api upa yang digunakan untuk mendukung pergerakan pasukan Belanda mengisi cerita dan salah satu tempat di Ambarawa. Museum Kereta Api Ambarawa yang telah menyimpan cerita dan benda bersejarah tersebut. Dengan perpaduan keindahan alam di Ambarawa, wisata dengan menggunakan kereta api uap dan Lori pun disediakan dengan berbagai rute.

Museum Kereta Api Ambarawa dulunya merupakan sebuah stasiun kereta api yang dikuasi Belanda sebagai penunjang transportasi pasukan Belanda pada masa kolonial. Jalur yang dihubungkan oleh stasiun kereta api ini adalah Semarang-Magelang- Yogyakarta. Tetapi pada tahun 1970 stasiun ini tidak difungsikan lagi dan ditutup. Hingga pada tahun 1978, oleh pemerintahan Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Soepardjo Rustam yang membuka kembali tempat bersejarah tersebut. Tetapi terbukanya kembali tempat tersebut bukan sebagai stasiun kereta api lagi, melainkan sebagai museum kereta api yang menyimpan benda-benda bersejarah dari tempat tersebut.

Artikel Rekomendasi :   Pilih Meeting Package Tradisional Anda

museum kereta api ambarawa

museum kereta api ambarawa

Berbagai koleksi yang dirawat dengan baik dan tertata membuat tempat ini menarik dikunjungi untuk mengenang kejayaan kereta api tersebut pada jamannya. Bangunan kuno yang menjadi atap dari museum tetap terawat dengan baik beserta dengan perabotannya. Di museum ini terdapat 21 kereta api uap (lokomotif uap) peninggalan stasiun tersebut. Dan terdapat 2 diantaranya yang masih dapat dioperasikan sebagai daya tarik pengunjung wisata museum Kereta Api Ambarawa. Kereta-kereta tersebut diletakkan diberbagai tempat yang berbeda-beda dan ada pula yang dibawa keluar daerah seperti Surakarta. Museum ini juga menampung berbagai kereta api uap (lokomotif) tua dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Cepu, Magelang, dan Yogyakarta.

Artikel Rekomendasi :   Curug Benowo, Air Terjun Indah di Kabupaten Semarang

museum kereta api ambarawaMuseum ini dibuka untuk umum sebagai tempat wisata. Berbagai fasilitas wisata yang disediakan adalah kereta wisata yang memiliki rute perjalanan Ambarawa-Bedono pulang pergi dan AMbarawa-Tuntang pulang pergi. Selain itu Lori wisata juga menghiasi fasilitas wisata tersebut. Lori wisata ini beroprasi rute Ambarawa-Tuntang pulang pergi. Rute kereta wisata Ambarawa-Bedono menempuh jarak 35 KM dengan waktu tempuh 1 jam. Berangkat dari Museum Kereta Api Ambarawa dan bergerak menuju stasiun Bedono. Fasilitas ini lebih dikenal masyarakat sebagai Ambarawa Railway Mountain Tour karena melewati rute lembah dua pegunungan yang indah, yaitu Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu. Sedangkan rute kereta wisata Ambarawa-Tuntang akan menyuguhkan tiga keindahan sekaligus. Keindahan dari Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening akan menemani pengunjung dalam perjalanan sejauh 7 KM tersebut.

Artikel Rekomendasi :   Festival Perahu Naga Akan Memberikan Kemeriahan di Akhir Bulan Maret 2013

museum kereta api ambarawa

museum kereta api ambarawa

Untuk harga tiket kereta wisata adalah Rp50.000,- /orang dan herga tiket Lori Ambarawa-Tuntang adalah Rp10.000,- /orang. Selain itu, kereta juga dapat disewa untuk kepentingan keluarga atau kelompok sebesar Rp3.000.000,-. Biaya masuk ke museum sendiri adalah Rp3.000,- /orang. Dengan fitur lainnya seperti outbond dan mainan anak-anak.

Sumber : visitjawatengah.com ; id.wikipedia.org

Juri Setyanto

Saya adalah seorang blogger yang senang menulis berbagai macam artikel. Saya menjadi kontributor resmi PotensiJateng.com sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang. Semoga website PotensiJateng.com semakin berkembang dan dapat meningkatkan daya kenal masyarakat terhadap Potensi Jawa Tengah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.