Warisan Seni Batik di Kampung Batik Kauman Solo

Kota Solo : Kota Solo melekat erat dengan kentalnya tradisi jawa yang masih terpelihara dengan baik. Suasana jaman kerajaan masih terasa sampai sekarang. Budaya dan kesenian khas kerajaan jaman dahulu masih dipakai dalam acara adat tertentu, contohnya adalah seni batik. Bermacam-macam batik dengan berbagai motif telah dikembangkan dan diproduksi di Solo. Motif yang khas dan unik akan kentalnya nilai seni dan budaya jawa membuat setiap orang yang melihat dan memilikinya merasakan suasana kekeratonan jawa jaman dulu. Salah satu bentuk pengambangan budaya batik ini terdapat di daerah Kauman (kampung Kauman). Masyarakat disini mengembangkan seni dan budaya batik yang disebut dengan Kampung Batik Kauman.

 

Kampung Kauman mempunyai kaitan erat dengan sejarah perpindahan Kraton Kartosuro ke Solo yang kemudian berubah nama menjadi Kasunanan. Kauman merupakan tempat ulama yang terdiri dari beberapa lapisan masyarakat mulai dari penghulu tafsir anom, ketip, modin, suronoto, dan kaum. Keberadaan kaum sebagai penduduk mayoritas di kawasan inilah yang menjadi dasar pemilihan nama “Kauman”.

Artikel Rekomendasi :   Batik Bola, Pengembangan Motif Batik Jawa Tengah untuk Para Penggemar Sepak Bola

Masyarakat Kaum (abdi dalem) mendapatkan latihan secara khusus dari kasunanan untuk mebuat batik, baik berupa jarik/selendang dan sebagainya. Dengan kata lain, tradisi batik kauman mewarisi secara langsung inspirasi membatik dari Ndalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Berdasarkan bekal keahlian yang diberikan tersebut, masyarakat kauman dapat menghasilkan karya batik yang langsung berhubungan dengan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga kraton/kerajaan Solo.

Dalam perkembangannya, seni batik yang ada di kampung Kauman dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu Batik Klasik Motif Pakem (Batik Tulis), Batik Murni Cap, dan model kombinasi antara Tulis dan Cap. Batik tulis bermotif pakem yang banyak dipengaruhi oleh seni batik kraton Kasunanan merupakan produk unggulan kampung batik kauman. Produk-produk batik kampung kauman dibuat menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, katun jenis premisima dan prima, dan rayon.

Artikel Rekomendasi :   Cerminan Sikap Luhur dari Seni Bangunan Rumah Joglo Jawa Tengah

Kampung yang memiliki 20-30an home industri ini menjadi langganan dari para pembeli yang sudah terjalin secara turun temurun dan wisatawan mancanegara (Jepang, Eropa, Asia Tenggara dan Amerika Serikat). Keunikan yang ditawarkan kepada para wisatawan adalah kemudahan transaksi sambil melihat-lihat rumah produksi tempat berlangsungnya kegiatan membatik. Artinya, pengunjung memiliki kesempatan luas untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan batik. Bahkan untuk mencoba sendiri mempraktekkan kegiatan membatik.

Di samping produk batik, kampung batik Kauman juga dilingkupi suasana situs-situs bangunan bersejarah berupa bangunan rumah joglo, limasan, kolonial dan perpaduan arsitektur Jawa dan Kolonial. Bangunan-bangunan tempo dulu yang tetap kokoh menjulang ditengah arsitektur modern pusat perbelanjaan, lembaga keuangan (perbankan dan valas), homestay dan hotel yang banyak terdapat disekitar kampung kauman. Fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di sekitar kampung kauman ini jelas menyediakan kemudahan-kemudahan khusus bagi segenap wisatawan yang berkunjung dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain di luar batik.

Artikel Rekomendasi :   Pesona Elok Sendratari Mahakarya Borobudur

 

Sumber : promojateng-pemprovjateng.com

Juri Setyanto

Saya adalah seorang blogger yang senang menulis berbagai macam artikel. Saya menjadi kontributor resmi PotensiJateng.com sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang. Semoga website PotensiJateng.com semakin berkembang dan dapat meningkatkan daya kenal masyarakat terhadap Potensi Jawa Tengah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.