Kampung Batik Semarang, Bangkitkan Kembali Batik Semarangan

Semarang Kota : Kampung Batik Semarang mungkin masih terdengan asing oleh kebanyakan orang baik di daerah Semarang sendiri maupun dari daerah lain. Memang Kampung Batik Semarang belum begitu tersohor di kalangan masyarakat seperti halnya Kampung Batik Laweyan Solo. Tetapi ternyata, Kampung Batik Semarang ini memiliki sejarah yang panjang dan melalui berbagai masa yang jatuh bangun. Kampung Batik Semarang mengembangkan batik khas semarangan yang bertemakan flora dan fauna serta paduan seni cina. Pengrajin batik di Kampung Batik Semarang mayoritas warga asli Semarang yang mewarisi ketrampilan ini secara turun temurun dan yang telah mengalami proses belajar membatik khas semarangan.

Lokasi Kampung Batik Semarang berada di dekat Bundaran Bubakan, di dekat Kota Lama Semarang atau Pasar Johar Semarang. Untuk arah menuju lokasi ini dari bundaran Bubakan menuju arah Jalan Patimura atau Jalan Dr. Cipto. Sebelum hotel Djelita terdapat Gapura Besar dengan plang bertuliskan Jl. Batik. Lokasi Kampung Batik Semarang berada di gang tersebut.

Artikel Rekomendasi :   Pesona Elok Sendratari Mahakarya Borobudur

Gerabang Kampung Batik Semarang

Pengrajin batik semarangan di Kampung Batik Semarang belumlah banyak. Hanya ada beberapa kelompok yang melakukan kegiatan produksi kerajinan batik semarangan ini. Suasana kampung pun tidak seramai di kampung batik yang lainnya seperti Kampung Batik Laweyan Solo.

Sejarah panjang dari Kampung Batik Semarang dengan produk hasil batik semarangan mengalami masa pasang surut. Pada masa penjajahan, Kampung Batik Semarang mengalami kejayaan sampai pada tahun 1942 pada masa penjajahan Jepang, Kampung Batik Semarang mengalami kebakaran hebat yang menghabiskan lokasi. Sejak peristiwa tersebut, Kampung Batik Semarang seolah tenggelam dan tidak ada lagi. Hingga pada tahun 1980 berusaha dibangkitkan kembali oleh masyarakat sekitar. Tetapi masa kebangkitan tersebut tidak bertahan lama dan tenggelam kembali dengan berbagai masalah yang datang. Sampai pada tahun 2006, Kampung Batik Semarang dibangkitkan dan dikembangkan lagi. Hasilnya cukup memuaskan dan bertahan sampai sekarang. Hal ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah lewat Dewan Kerajinan Nasional Daerah yang memberikan pelatihan membatik dan sosialisasi batik semarangan.

Artikel Rekomendasi :   Bedhaya Ketawang, Tari Sakral Di Surakarta

Pelatihan yang dilakukan tersebut membawa dampak positif bagi peserta pelatihan. Tidak sedikit yang bisa mengembangkan kerajinan batik semarangan sampai saat ini.

Sumber : simpang5.wordpress.com

Juri Setyanto

Saya adalah seorang blogger yang senang menulis berbagai macam artikel. Saya menjadi kontributor resmi PotensiJateng.com sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang. Semoga website PotensiJateng.com semakin berkembang dan dapat meningkatkan daya kenal masyarakat terhadap Potensi Jawa Tengah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.